bismillah
Showing posts with label hukum. Show all posts
Showing posts with label hukum. Show all posts

Wednesday, August 25, 2010

qunut dalam solat terawikh

.


salam 15 ramadhan. Alhamdulillah syukur ke hadrat ilahi sudah setengah ramadhan kita melaluinya. So jom cek graf amalan ibadah kita. Sama ada turun o naek. If turun ALLAH masih bagi kita peluang untuk meningkatkannya pada malam 10 ramadhan terakhir. Yukk kita berlumba2 mendapatkan lailatul qadr.

Alhamdulillah hampir 5 malam saya bersolat terawikh bersendirian dek hambatan kesibukan dunia. Hari ini alhamdulillah saya tidak bersendirian kerna ditemani 2 sahabat saya bagi mengerjakan solat terawikh secara berjemaah. Syukur ya ALLAH bagi peluang kepada kami merasakan ukhwah dan beribadah kepadamu pada malam2 terakhir ramadhan. Sungguh malam ini hatiku sangat tersentuh dan senstif. Mengajar aku untuk lebih berhati2 semasa bercakap. Diam lebih baik dari itu.

malam 16 ramadhan. Bicara pasal qunut. Sahabat ku bertanya, "kenapa nabilah baca qunut tyme solat terawikh". Bicara ku dengan lembut. "16 ramadhan kan ". Diam ku, lidah kelu dari bercakap. Hati berbisik "Tak silap hanya mazhab syafie yang amalkan qunut dalam witir bermula malam 16 ramadhan". jawabku pada sahabat untuk memuaskan hatinya "i'll check pada pak google..later i tell u. Sebab selalu malam 16 ramadhan memang kat rumah baca qunut". taqlid semata2 tanpa mengetahui sumber~~oh nabilah kene ngaji la pas nie pasal mazhab sayfie~~kan da berserabut.ngaji lagi selain 4 mazhab 2..Yang kutahu hanya mazhab syafie yang mengamalkan qunut dalam solat witir. Pak google sila bagitahu i pendapat 3 mazhab 2??




pak google said :

1. Abu Hanifah mengatakan bahwa qunut didalam shalat witir adalah wajib dilakukan sebelum ruku’.Dua sahabatnya, Abu Yusuf dan Muhammad, mengatakan bahwa hal itu adalah sunnah dilakukan sebelum ruku’.

2. Para ulama Maliki dalam pendapatnya yang masyhur serta Thawus dan juga riwayat dari Ibnu Umar menyebutkan bahwa qunut tidaklah disyariatkan didalam shalat witir. Dari Thawus disebutkan bahwa dia mengatakan,”Qunut didalam shalat witir adalah bid’ah.” dari Ibnu Umar bahwa dirinya tidaklah melakukan qunut didalam setiap shalat. Dan yang masyhur dari madzhab Maliki ini adalah dimakruhkan melakukan qunut didalam shalat witir. Ada juga riwayat dari Malik yang menyebutkan bahwa dia melakukan qunut di dalam shalat witir pada pertengahan akhir di bulan Ramadhan.

3. Para ulama Syafi’i didalam pendapatnya yang paling shahih adalah dianjurkan untuk melakukan qunut didalam shalat witir pada pertengahan akhir di bulan Ramadhan khususnya. Apabila seseorang melakukan shalat witir dengan satu rakaat maka hendaklah dia melakukan witir didalamnya dan jika dia melakukan witir dengan rakaat yang lebih dari satu maka hendaklah dia melakukannya pada rakaat terakhir. Ar Rofi’i berpendapat bahwa secara lahiriyah dari perkataan Syafi’i adalah memakruhkan qunut di luar pertengahan akhir dari bulan Ramadhan. Adapun tempat melakukan qunut didalam shalat witir adalah setelah mengangkat kepalanya dari ruku’, inilah pendapat yang benar dan masyhur. Adapun lafazh qunut didalam shalat witir seperti didalam shalat shubuh.

4. Para ulama Hambali mengatakan bahwa disunnahkan untuk melakukan qunut pada satu rakaat terakhir dari shalat witir setelah ruku’, sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairoh dan Anas bahwa Nabi saw melakukan qunut setelah ruku’” Ibnu Qudamah mengatakan,”…. Disyariatkan untuk melakukan qunut didalam shalat witir seperti pertengahan akhir dari bulan Ramadhan…” Seandainya seseorang bertakbir dan menagangkat kedua tangannya setelah membaca (surat) lalu melakukan qunut sebelum ruku’ maka itu dibolehkan, sebagaimana riwayat dari Ubai bin Ka’ab bahwa Rasulullah saw pernah melakukan qunut didalam shalat witir sebelum ruku.’” (al Mausu’ah al Fihiyah juz II hal 12333 – 12336)

Wallahu A’lam

Wahabi g mana dong??bukan wahabi ya salafi..klu mengikut yang saya tahu..hukumnya sama juga dengan mazhab syafie. Tapi qunut dilakukan sama ada sebelum atau selepas ruku'.

pak google said dari kaca mata salafi indonesia~

Bahwa doa qunut dalam sholat witir (di bulan Ramadhan, red) diperbolehkan dilakukan semua sepanjang tahun. [Ishaq bin Rahawaih memilih qunut (witir) dilaksanakan sepanjang tahun, simak Mukhtasar Qiyamullail 125, lihat juga kitab at-Tarjih fii Masaailil Thaharah was Shalah oleh DR. Muhammad bin 'Umar Bazmul hal 362-385. Dan kata Ma'mar:"Sesungguhnya aku qunut witir sepanjang tahun kecuali awal Ramadhan sampai dengan pertengahan saya tidak qunut, demikian juga dikalukan oleh Hasan al-Bahsri, ia menyebutkan dari Qatadah dan lainnya. Lihat Mushannaf 'Abdurrazzaq 3/120 dengan sanad yang shahih. Serta Dari Ibrahim an-Nakha'i telah berkata 'Abdullah:"ia tidak pernah qunut Shubuh sepanjang tahun dan ia qunut witir setiap malam sebelum ruku'." Kata Abu Bakar Ibnu Abi Syaibah:"Ini atsar yang kami pegang. HR Ibnu Abi Syaibah 2/305-306 atau 2/205]".

hope. Keterangan ini dapat memahamkan kekeliruan yang dialami oleh sahabat saya dan juga saya. Moga ibadah kita diterima ALLAH. Tak boley cakap salafi kat cinie sebab ramai yang alergi salafi indonesia. So stop sampai sini sahaja mengenai hukum bacaan qunut terawikh~~

YUkk mengejar cinta dan kasih sayang ALLAH. Tingkat amal ibadah sepanjaang bulan ramadhan. Kejar lah malam lailatul qadr. Sungguh malam i2 lebih baik dari sebulan bulan. Moga kita sama2 memperolehinya.. Ameen.

p/s 1 : ramai yang balik raya awal. Tukar tiket la jawabnya~~slmat menunaikan ibadah puasa. Stop thinkg abot balik raya.
p/s 2 : adek saya yang bongsu..kol memesan ntah apa2. Jawabnya elaunku habes untuk dia jela..huhu

Wednesday, August 11, 2010

solat witir




Alhamdullillah syukur tak terhingga dipanjangkan umur merasai nikmat ALLAH . Alhamdulillah. Hari ini hari kedua saya n house8 sembahyang terawikh berjemaah. Cuma seperti biasa saya akan solat witir secara bersendiri pabila subuh menghampiri. Seperti biasa sahabat saya bertanya "kenapa tidak solat witir secara berjemaah". Saya hanya mampu senyum. Sebab permasalahan ini sering ditanya kepada saya. Letih membahasnya apalagi ditambah dengan diri ini sememangnya amat cetek tentang ilmu hadith.

Dan insyaALLAH saya akan menjelaskan lagi.

Hal ini saya berdasarkan pada riwayat Tirmidzi dari Qais bin Thalq bin Ali dari ayahnya dia berkata, saya mendengar Rasulullah Shallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

لاَ وِتْرَانِ فِى لَيْلَةٍ

"Tidak ada dua kali witir dalam satu malam." Juga apa yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw bersabda,”Jadikanlah akhir shalat malam kalian dengan witir."(HR. Tirmidzi no. 470, Abu Daud no. 1439, An Nasa-i no. 1679. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Tidak salah jika melakukan solat witir sebelum tidur yakni selepas terawikh andai kata diri tidak mampu untuk bangun solat tahajud (solat malam). Dan andai kata mampu melakukannya solat malam, maka solat witir tidak perlu diulanginya kerna nabi melarang melaksanakan 2 witir dalam satu malam.

Alasan saya diatas saya merujuk kepada Al Lajnah ad Daimah didalam fatwanya No. 11271


dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ خَافَ مِنْكُمْ أَنْ لاَ يَسْتَيْقِظَ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ فَلْيُوتِرْ مِنْ أَوَّلِ اللَّيْلِ ثُمَّ لْيَرْقُدْ …

“Barangsiapa di antara kalian yang khawatir tidak bangun di akhir malam, maka berwitirlah di awal malam lalu tidurlah, ...” (HR. Tirmidzi no. 1187. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Barangsiapa yang tidur dan belum melaksanakan witir namun berniat bangun di akhir malam dan dirinya memiliki kesanggupan untuk melakukannya maka hendaklah dia melaksanakan shalat witir di akhir malamnya, inilah yang paling utama karena saat itu adalah waktu turunnya Allah swt dan mengamalkan hadits ,


اجْعَلُوا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا


”Jadikanlah akhir shalat malam kalian dengan witir." Hadits ini menunjukkan keutamaan dan tidak ada pertentangan dengan hadits Abu Hurairoh,” Kekasihku memberiku tiga wasiat; puasa tiga hari pada setiap bulan, shalat dluha dan tidak tidur sebelum aku shalat witir." Karena hal ini (hadits Abu Hurairoh) adalah hak orang yang tidak memiliki kesanggupan didalam dirinya untuk bangun di akhir malam.

Barangsiapa yang tidur dan belum melaksanakan shalat witir sedangkan dirinya berniat bangun di akhir malam namun dirinya dikalahkan oleh tidurnya maka disyariatkan baginya untuk mengqodho shalat witir pada waktu dhuha dan menggenapkannya dengan satu rakaat,”Apabila Rasulullah saw ketinggalan shalat malam karena sakit atau lainnya, maka beliau melaksanakan shalat pada siangnya sebanyak dua belas rakaat." (HR. Muslim)


WALLAHUALAM. apa yang baik dan mudah diambil. Mudah2an kita tergolong dari golongan yang berilmu. Moga2 perbahasan kali ini dapat melahirkan para cendikiawan yang intelektual bukan membahas untuk memuaskan hati.


p/s : Takziah kepada sahabat saya kartini atas kematian datuknya..inalillah..Mudah2 an beliau ditempatkan digolongan orang yang beriman..ameenn

Tuesday, April 6, 2010

hukum menganut banyak mazhab




bismillahhirrahmanirrahim

teringat ketika saya mengikuti pengajian mualim di jalan pembangunan tentang hukum bermazhab. Persoalan itu bermain-main diminda saya. Masakan tidak, hukum menganuti berbagai mazhab diharuskan sejak saya bersekolah dan memang saya aplikasinya sejak di sekolah maahad lagi. Namun, info yang menarik saya terima dari mualim yang mengatakan tidak boleh memegang satu mazhab dan alasannya berkaitan dengan talfiq.Saya menerima alasan beliau dengan hati yang terbuka walau hampir sebulan saya mengambil masa untuk menerima jawapan beliau. Namun dalam masa yang sama saya mencari jawapan untuk alasan saya kenapa diharuskan bermazhab.

Kata al-Imam Ibn Hajar al-Haitami,al-Imam Alawi al-Saqqaf , dan para ulama yang lain:

“ Harus bagi seseorang tersebut untuk berpindah-pindah daripada satu mazhab ke mazhab yang lain (mazhab empat), walaupun dengan berseronok-seronok, sama ada berpindah secara berterusan atau secara sekejap sahaja(kemudian kembali semula ke mazhab asal).”

Pendapat mualim bagi permasalahan berkaitan dengan talfiq menimbulkan minat saya untuk mengkaji nya kerna saya sedar ilmu di dada amatlah cetek sekali.Ingin saya jelaskan di sini berkaitan talfiq .Berdasarkan kefahaman saya serta pendapat ulama adalah,berpindah-pindah mazhab dibenarkan dengan syarat tidak berlaku talfiq yang diharamkan(sehingga menyebabkan berlaku perkara yang tidak dikatakan oleh seorang pun dikalangan ulama Islam).

Masih saya ingat ketika saya di matrikulasi seorang sahabat mengatakan "dibolehkan mengamalkan pelbagai mazhab asalkan faham dan tahu keadaan mazhab dan aplikasinya. Dan hanya dibolehkan 4 mazhab sahaja". Senang saya bagi sebuah contoh jika mahu aplikasi berbagai mazhab tanpa berlakunya talfiq yang diharamkan.


Mengambil wudhuk dengan menggunakan mazhab syafie(menyapu sebahagian kepala), kemudian selepas itu orang tersebut menyentuh ajnabiah(wanita bukan mahramnya) dan ingin pula mengikut mazhab Abu Hanifah yang mengatakan menyentuh wanita tidak membatalkan wudhuk. Maka seolah-olah jika para imam tersebut dikumpulkan semula di hadapan kita kelak, kesemuanya tidak mengi’tiraf perbuatan kita. Al-Imam Syafie akan menyebutkan bahawa wudhuk kamu seperti yang kami sebutkan cuma bagi kami jika menyentuh wanita @ disentuh akan membatalkan wudhuk. Orang tersebut menjawab: Aku menyentuh mengikut mazhab Abu Hanifah. Maka Imam Abu Hanifah pula akan menjawab: Memang benar mazhab kami mengatakan bahawa wudhuk tidak akan batal jika disentuh atau menyentuh wanita ajnabiyah(kerana bagi mazhab Abu Hanifah , bersetubuh barulah membatalkan wudhuk) tetapi cara kamu mengambil wudhuk bukanlah seperti yang kami letakkan (kerana hanya meyapu sebahagian kepala sahaja) .Kata Imam Abu Hanifah lagi: Bagi mazhab kami, wajib menyapu kepala keseluruhannya. Jadi kamu tetap tidak mengikut mazhab kami.

"Yang dimaksudkan dengan talfiq yang diharamkan adalah mengumpulkan dan menghimpunkan pendapat ulama di dalam satu masalah yang sama menjadi satu masalah yang mana ianya tidak pernah langsung disebutkan oleh mana-mana ulama."


Tetapi jika berwudhuk menggunakan mazhab Syafie, kemudian berniaga di pasar menggunakan mazhab Abu Hanifah, keesokkan harinya berwudhuk menggunakan mazhab Abu Hanifah dan seterusnya maka tiadalah masalah padanya dan ia dibolehkan

Benarlah kata-kata Imam Ibn Mubarak rahimahullah:

الإسناد من الدين, لولا الإسناد لقال من شاء ما شاء

Maksudnya: Sistem sanad tersebut adalah sebahagian daripada agama Islam, kalaulah bukan kerana sistem ini, maka orang akan menyebutkan apa sahaja yang dia ingin sebutkan

Maka saya simpulkanya,para ulama tidak pernah menghalang untuk kita berpindah-pindah mazhab, malah tidak mewajibkan untuk kita berpegang dengan satu-satu mazhab (tanpa membenarkan untuk berpindah mazhab).

Jika ada yang salah berkaitan dengan hukum hakam mohon dibetulkan. Dalil serta hukum berdasarkan dari blog ustaz nazrul

Teringat plak kes kartika ketika membaca blog ustaz zulkifli nordin. Saya tengah kompius dalil dan sirah sahabat yang dipakai untuk menangani kes kartika(hukum hudud).Serius. Siapa boleh bantu saya?


p/s 1 : Geram sunggug\h dengan blogspot nie. Masakan tidak boleh diwarna kan font dan besarkan. Problem la guna windows 7 banyak xboleh support. Menaip pun payah
p/s 2 : ujian da habes. Alhamdulillah segala puji bagi ALLAH.
p/s 3 : IA saya akan balik malaysia 14.6
p/s 4 : sejak akhir2 ini semakin takut dengan kematian. YA ALLAH segala amalanku tidak cukup untuk buat sebagai bekalan di akhiratMU kelak. AMPUNILAH DOSA2KU YA ALLAH.



.

Friday, March 5, 2010

hukum mengundi






MENGUNDI SERUPA DENGAN MEMBERI KESAKSIAN

Menurut ulamak terkenal masa kini, Sheikh Dr. Yusuf al-Qaradhawi, Islam menganggap penyertaan seseorang dalam pilihan raya dan pungutan suara serupa dengan memberi kesaksian bahawa calon yang dipilih adalah baik. Pada pandangan beliau lagi, sesiapa yang memberikan undian/suaranya kepada seorang calon kerana alasan kerabat dekat atau sekampung, atau kerana berharap dapat mengambil manfaat bila calon itu terpilih nanti, maka dia telah menentang firman Allah di dalam surah at-Talaq, ayat ke-2 yang bermaksud,

"Dan hendaklah kalian dirikan kesaksian itu kerana Allah."

Manakala sesiapa yang tidak menunaikan kewajipannya dalam pilihan raya (tidak keluar mengundi) sehingga golongan yang jujur kalah dan golongan yang tidak layak memimpin menang dengan suara majoriti, maka dia juga telah menentang perintah Allah dalam memberi kesaksian. Firman Allah di dalam surah al-Baqarah, ayat 282 yang bermaksud,

"Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil."

"Dan janganlah kalian (para saksi) menyembunyikan kesaksiannya dan sesiapa menyembunyikannya, maka sesungguhnya dia adalah orang-orang yang berdosa hatinya." (al-Baqarah: 283)

[Dipetik daripada tulisan Dr. Yusuf al-Qaradhawi berjudul "Fiqh Daulah"]


p/s : undila yang benar2 layak..